Jumat, 23 Maret 2012

Ketika Mr. Simple Pergi

Mr. Simple...
Panggilan untuknya, dia memang seorang laki-laki yang menurutku sederhana. Kami tak mengenal satu sama lain, padahal kami satu organisasi, mungkin karena kau yang sangat cuek terhadap laki-laki yaaaa memang sudah terbiasa sejak SMP aku lebih memilih cuek kepada laki-laki hingga aku memasuki kehidupan SMA. Aku memilih organisasi itu atas bujukan sahabatku, yaaaa karena untuk meneruskan perjuangan kami, aku mengikuti bujukan sahabatku tak lama aku memasuki organisasi itu aku berkenalan dengan seorang laki-laki yang ku panggil Mr. Simple, jangan kalian bayangkan cara perkenalan yang dengan berjabat tangan atau seperti orang lain biasanya. Kami berkenalan melalui salah orang, iya berpikir bahwa kau adalah seseorang yang ia maksud, namun ternyata tidak. Melalui salah orang itu kami mempunyai hubungan yang semakin dekat, bahkan aku sudah menganggapnya seorang kakak kandungku. Hari demi hari kita lakukan bersama, tak ada yang tahu akan kedekatan kita di organisasi itu. Kami semakin dekat karena kami terpilih untuk mewakili organisasi kami dalam berlomba. Ia memang bagaikan kakak kandungku, yang selalu ada saat dibutuhkan, selalu memberi perhatian kepadaku, kasih sayang kepadaku, serta apa yang aku mau. Ia selalu bersedia mendengarkan curahan hatiku, melakukan hal yang aku inginkan, dan tidak melakukan hal yang tidak ku sukai. Semua itu kami jalani hampir beberapa bulan, hingga akhirnya seorang sahabat berkata kepadaku bahwa sebenarnya Mr. Simple itu menyayangiku bukan hanya sekedar Adik, melainkan lebih. Aku masih tidak percaya akan apa yang di ucapkan oleh temanku, namun hal itu terus menghantui pemikiranku. Hingga aku memutuskan untuk menjaga jarak darinya, memang cukup sulit, orang yang ku anggap sebagai kakakku sendiri kini harus ku jauhi, dan akhirnya ia merasa bahwa aku telah mengetahui hal itu. Hubungan kami pun berakhir begitu saja, kini aku dengannya bagaikan orang tak saling mengenal satu sama lain di lingkungan luar, namun tidak dalam organisasi kami, kami tetap profesional melakukannya. Sesekali kami melakukan silaturahmi melalui via sms hanya sekedar memberitahukan tentang info organisasi kami . 

Kini semua telah pergi bagaikan debu yang tertiup angin.
Begitu banyak yang kau titipkan pesan untukku.
Aku untuk mencoba melakukan apa yang kau mau.
Aku tak bisa menjawab pertanyaanmu.
Aku hanya bisa diam untukmu.

Bila nanti kamu akan melanjutkan sekolahmu nan jauh, ingatlah aku adikmu di sini masih memerlukanmu
Teruntuk Mr. Simple

0 komentar:

Posting Komentar