Rabu, 21 Maret 2012

Dakwah = Cinta


DAKWAH adalah CINTA

Cinta akan meminta semuanya dari kamu, perhatianmu, pemikiranmu, jalanmu, dudukmu, bahkan di tengah lelapmu.
Mimpimu pun tentang dakwah
Tentang umat yang kau cintai
Dakwah akan menyedot energi terbaikmu, sampai tulang belulangmu luluh lantak diseret-seret, yang hancur karena dipaksa berlari.
Hmm, dakwah bukannya tidak melelahkan, bukan tidak membosankan, bukan tidak menyakitkan, bahkan pejuang-pejuang dijalan ini tak sepi dari godaan kefuturan, TIDAK (!) Justru sakit itu selalu membersamai mereka, Hingga hasrat untuk mengeluh tak lagi menggoda, hingga mereka berseri-seri saat mata mendapati indah Jannah-Nya. (Ust. Rahmat Abdullah)
Itu adalah SMS yang diberikan oleh salah seorang motivator Dakwah ku, di saat aku mengeluh tentang sulitnya jalan yang harus aku tempuh dalam dunia Dakwah ini. Subhanallah...! Ternyata yang merangkai kata-kata ini adalah Ust. Rahmat Abdullah, yang terkenal dalam perjuangannya di jalan Dakwah. Yang tiada henti ber-Dakwah, demi umat muslim. Jujur, aku belum mengenal dekat dengan beliau. Tetapi, banyak di antara teman-temanku serta para Murabbiku yang menjelaskan kedahsyatan sepak terjang Ust Rahmat Abdullah ini. Teringat akan sebuah lirik Nasyid, : “Menapaki langkah - langkah berduri Menyusuri rawa, lembah dan hutan Berjalan diantara tebing jurang Semua dilalui demi perjuangan Letih tubuh di dalam perjalanan Saat Hujan dan badai merasuki badan Namun jiwa harus terus bertahan Karena perjalanan masih panjang Kami adalah tentara Allah Siap melangkah menuju ke medan juang Walau tertatih kaki ini berjalan Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan Wahai tentara Allah bertahanlah Jangan menangis walau jasadmu terluka Sebelum engkau bergelar syuhada Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah” “Gunung tinggi menjulang, Samudera luas membentang, adalah lahan peneguhan, Hutan Rimba, Padang gersang, jadi ajang pembuktian, Hujan badai, terik panas kerontang, pasti kan hiasi perjalanan, Saat langkah telah diayunkan, pantang surut ke belakang, Hingga sampai ketujuan, BERTAHANLAH DAN BERSIAP-SIAGALAH....!!! Itulah sebuah lirik dan puisi dari tim Nasyid Izzatul Islam, yang penuh menggambarkan pribadi beliau, yang pantang menyerah, sampai titik darah penghabisan., Lalu, bagaimana dengan kita...? Apakah kita sudah bersikap totalitas seperti Beliau..? Apakah kita selalu mengeluhkan sakitnya perjalanan Dakwah ini...? Apakah kita, selalu menyalahkan orang lain terlebih dahulu, ketimbang mengoreksi banyak-banyak diri kita...? Kalau jawabannya YA atau BELUM, maka, kita tidak bisa merasakan nikmatnya jalan Dakwah ini. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Beliau di atas. Beliau merasa begitu nikmat, begitu DAHSYAT, begitu LUAR BIASA jalan Dakwah ini. Kalau kita, berhenti di tengah-tengah Jalan Dakwah, hanya, karena banyak circaan, makian, hinaan, atau bahkan sampai mengorbankan Tenaga dan Pikiran kita. Maka, kita SALAH BESAR. Kenapa...? karena, kalau seluruh umat muslim ini berpikiran seperti itu, dapat DIPASTIKAN, kita AKAN DIHANCURKAN oleh bangsa Laknatullah... Na’udzubillahimindzalik..... Semenjak SMA, saya juga pernah merasakannya. Datang paling Pagi, kalau bisa se-Pagi mungkin. Dan pulang Paling Akhir, Bahkan sampai menjelang tengah malam. HANYA, untuk kebutuhan Dakwah.., Saat naik di bangku kuliah pun, semangat saya untuk berdakwah tidak luntur...!!! malah semakin bertambah, bertambah, dan bertambah terus tak terbendung. Walaupun, jarak dari rumahku lebih Jauh, walaupun harga Transport saya lebih besar, WALAUPUN terkadang letih tubuh ini. Tetapi, itulah seninya berdakwah. Dalam Dakwah, jangan HARAP jalan kita akan mulus, JANGAN harap, kita akan di sanjung-sanjung, dan Sekali Lagi, JANGAN HARAP, semuanya akan mendukung pergerakan Dakwah kita. Ingatlah wahai Saudaraku., Allah akan menolong Hamba-Nya yang menolong Agama-Nya. Prinsip itu, yang ku pegang sungguh-sungguh., agar aku tetap komitmen dalam perjuangan Dakwah ini. Karena, para pendahulu kita, seperti Ust. Rahmat Abdullah, atau Bahkan Rasulullah sekalipun, mengharapkan suat generasi Baru. Generasi yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan keislamannya. Generasi, yang Tak gentar oleh cercaan dan Hinaan dari penghalang-penghalang Jalan Dakwah ini... Mengutip dari sebuah lirik kembali : “Generasi Baru, yang telah dinanti, tak takut dicaci, TAK GENTAR MATI.,” Itulah, yang harus kita benar-benar Terapkan dalam konsep Dakwah kita. Karena Dakwah, adalah CINTA. 

Sumber dariwww.rohisman2kotabekasi.com: http://www.rohisman2kotabekasi.com/2012/01/dakwah-cinta.html

0 komentar:

Posting Komentar