DAKWAH
adalah CINTA
Cinta akan meminta semuanya dari kamu, perhatianmu, pemikiranmu, jalanmu, dudukmu, bahkan di tengah lelapmu.
Mimpimu pun tentang dakwah
Tentang umat yang kau cintai
Dakwah akan menyedot energi terbaikmu, sampai tulang belulangmu
luluh lantak diseret-seret, yang hancur karena dipaksa berlari.
Hmm, dakwah bukannya tidak melelahkan, bukan tidak membosankan,
bukan tidak menyakitkan, bahkan pejuang-pejuang dijalan ini tak sepi dari
godaan kefuturan, TIDAK (!) Justru sakit itu selalu membersamai mereka, Hingga
hasrat untuk mengeluh tak lagi menggoda, hingga mereka berseri-seri saat mata
mendapati indah Jannah-Nya. (Ust. Rahmat Abdullah)
Itu adalah SMS yang diberikan oleh salah seorang motivator
Dakwah ku, di saat aku mengeluh tentang sulitnya jalan yang harus aku tempuh
dalam dunia Dakwah ini. Subhanallah...! Ternyata yang merangkai kata-kata ini
adalah Ust. Rahmat Abdullah, yang terkenal dalam perjuangannya di jalan Dakwah.
Yang tiada henti ber-Dakwah, demi umat muslim. Jujur, aku belum mengenal
dekat dengan beliau. Tetapi, banyak di antara teman-temanku serta para
Murabbiku yang menjelaskan kedahsyatan sepak terjang Ust Rahmat Abdullah ini.
Teringat akan sebuah lirik Nasyid, : “Menapaki langkah - langkah berduri
Menyusuri rawa, lembah dan hutan Berjalan diantara tebing jurang Semua dilalui
demi perjuangan Letih tubuh di dalam perjalanan Saat Hujan dan badai merasuki
badan Namun jiwa harus terus bertahan Karena perjalanan masih panjang Kami
adalah tentara Allah Siap melangkah menuju ke medan juang Walau tertatih kaki
ini berjalan Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan Wahai tentara Allah
bertahanlah Jangan menangis walau jasadmu terluka Sebelum engkau bergelar
syuhada Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah” “Gunung tinggi menjulang,
Samudera luas membentang, adalah lahan peneguhan, Hutan Rimba, Padang gersang,
jadi ajang pembuktian, Hujan badai, terik panas kerontang, pasti kan hiasi
perjalanan, Saat langkah telah diayunkan, pantang surut ke belakang, Hingga
sampai ketujuan, BERTAHANLAH DAN BERSIAP-SIAGALAH....!!! Itulah sebuah lirik
dan puisi dari tim Nasyid Izzatul Islam, yang penuh menggambarkan pribadi
beliau, yang pantang menyerah, sampai titik darah penghabisan., Lalu, bagaimana
dengan kita...? Apakah kita sudah bersikap totalitas seperti Beliau..? Apakah
kita selalu mengeluhkan sakitnya perjalanan Dakwah ini...? Apakah kita, selalu
menyalahkan orang lain terlebih dahulu, ketimbang mengoreksi banyak-banyak diri
kita...? Kalau jawabannya YA atau BELUM, maka, kita tidak bisa merasakan
nikmatnya jalan Dakwah ini. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Beliau di
atas. Beliau merasa begitu nikmat, begitu DAHSYAT, begitu LUAR BIASA jalan
Dakwah ini. Kalau kita, berhenti di tengah-tengah Jalan Dakwah, hanya, karena
banyak circaan, makian, hinaan, atau bahkan sampai mengorbankan Tenaga dan
Pikiran kita. Maka, kita SALAH BESAR. Kenapa...? karena, kalau seluruh umat
muslim ini berpikiran seperti itu, dapat DIPASTIKAN, kita AKAN DIHANCURKAN oleh
bangsa Laknatullah... Na’udzubillahimindzalik..... Semenjak SMA, saya juga
pernah merasakannya. Datang paling Pagi, kalau bisa se-Pagi mungkin. Dan pulang
Paling Akhir, Bahkan sampai menjelang tengah malam. HANYA, untuk kebutuhan
Dakwah.., Saat naik di bangku kuliah pun, semangat saya untuk berdakwah tidak
luntur...!!! malah semakin bertambah, bertambah, dan bertambah terus tak
terbendung. Walaupun, jarak dari rumahku lebih Jauh, walaupun harga Transport
saya lebih besar, WALAUPUN terkadang letih tubuh ini. Tetapi, itulah seninya
berdakwah. Dalam Dakwah, jangan HARAP jalan kita akan mulus, JANGAN harap, kita
akan di sanjung-sanjung, dan Sekali Lagi, JANGAN HARAP, semuanya akan mendukung
pergerakan Dakwah kita. Ingatlah wahai Saudaraku., Allah akan menolong
Hamba-Nya yang menolong Agama-Nya. Prinsip itu, yang ku pegang
sungguh-sungguh., agar aku tetap komitmen dalam perjuangan Dakwah ini. Karena,
para pendahulu kita, seperti Ust. Rahmat Abdullah, atau Bahkan Rasulullah
sekalipun, mengharapkan suat generasi Baru. Generasi yang dapat memperkokoh
persatuan dan kesatuan keislamannya. Generasi, yang Tak gentar oleh cercaan dan
Hinaan dari penghalang-penghalang Jalan Dakwah ini... Mengutip dari sebuah
lirik kembali : “Generasi Baru, yang telah dinanti, tak takut dicaci, TAK
GENTAR MATI.,” Itulah, yang harus kita benar-benar Terapkan dalam konsep Dakwah
kita. Karena Dakwah, adalah CINTA.
Sumber
dariwww.rohisman2kotabekasi.com: http://www.rohisman2kotabekasi.com/2012/01/dakwah-cinta.html



0 komentar:
Posting Komentar