Awalnya tak sedikit saya merencanakan bahwa pulang bukber umum di SMAN 1 Cikarang Utara dengan jalan kaki, namun Siti Aisah menyarankan untuk jalan kaki pada hari sebelumnya. Cukup tertarik dipikiran ini, akhirnya saya ajak Ratih Yulianingsih, Siti Rahayu, Anisya Nur Khasanah, seperti biasanya Asyifa Fajri juga ikut, karena pada tahun sebelumnya Aisah bersama Asyifa sudah mencoba pulang dengan jalan kaki, sesuaaatuuuuu J.
Malam harinya kami memutuskan untuk sholat tarawih di sekolah, yaaa bersama Rizka Belinda Utami, Luzhi Resti Wibisono serta adiknya, dan orang-orang sejenisnya. Setelah sholat tarawih biasa maklum perempuan gitu, gak afdol kalau gak ngumpul, akhirnya kita putuskann ngumpul di teras masjid, terpikir dipikiranku untuk mengajak dua sejoli Muhammad Tegar Jiwaraksa Hidayat dan Rafi Yulianingsih eeeh salah maksudnya Rafi Rafsanjani. Dan ternyata mereka mau untuk mengikuti hal cukup aneh yang kami lakukan. Namun cukup disayangkan Rizka Abdul Jabar, Luzhi Jiwaraksa, Lany Sukarya, dkk tidak ikut dengan kegiatan kami huuuuf payah, makanya tahun depan pindah rumah biar searah sama kita-kita buuu. Hahahahahahaha :D
Sepanjang jalan kita ngapain yaaaaa? Yang jelas kita ledekin Anisya sampai pundung hahahahaha cukup bahagia saya :D. Padahal baru sampai SMPN 3 Cikarang Utara, tapi rasa cape mulai terasa, eeet namun walaupun cape kalau rame-rame mah ayoo ajalahaaa yaaa gak mbasis? Masbro? Sampai juga di Alfa Midi, ternyata sepikiran sama saya untuk membeli minum hahaha, eet tapi saya, Ratih sama Asyifa cuku nunggu di sebrang jalan, Ratih duduk dengan ala pengemis yang belum makan satu detik, Asyifa duduk ala remaja andilau ups saya pakai bahasanya si Rafi hahaha. Cukup lama menunggu mereka masuk ke Alfa Midi, dan sedikit menahan malu, duduk dipinggir jalan, takuta ada guru yang negur hahaha. Akhirnya mereka keluar juga, cukup disayangkan Ratih gak dibeliin minum ups sabar yaaa.
Perjalanan kami lanjutkan dengan meledek satu sama lain, Ratih dengan Rafi, Ayu dengan Aswari, Anisya dengan Dian, Tegar dengan Luzhi, Asyifa dengan Abi, Aisah gak tau dengan siapa, eet jangan salah ini semua hanya bercanda, hanya lelucon sebagai ledekan kami menghibur diri yooo pastinya. Lanjut di persimpangan, ups di depan saya ada orang gila, karena cukup trauma gitu sama orgil yaaa saya ajak pura-pura nyebrang, padahal mah saya takut sama orgil hahahaha. Lanjut menyebrang ke sebrang jalan selajutnya, seru-seruanlah malam-malam bersama mereka. Sesampainya disebrang, niat kita mau foto-foto tapi saying sangat disayangkan battery kameranya low, owwwh tapi Aisah bersedia untuk mebelikannya diwarung warung sekitar, warung pertama tak ada, akhirnya Aisah memutuskan untuk membelinya di warung sebrang, dengan dihanr Asyifa yaaaa.
Lanjuuuuut, Aisah dan Asyifa kembali, saya langsung menukar dengan yang baru, sampai akhirnya kami di jalan laying, waktu foto-foto dimulai hahaha. Namun tak di sadarkan Aisah masih di belkang memperhatikan kereta yang lewat dibawah jembata, cukup takut dengan tingkahnya Aisah, padahal kalau mobil besar melewati jalan laying tersebut serasa jalannya bergetar mau runtuh, tapi Aisah tetap menunggu kereta lewat dan kemudian ada satu kereta lewat, saya pikir setelah kereta lewat Aisah langsung menghampiri kami, ternyata Aisah masih diam memperhatikan kereta tersebut, panggilan kerasa yang saya lontarkan seolah tak menggoyahkan perhatiannya Aisah kepada kereta owh. Akhirnya Aisah pun menghampiri kami dan ikut berfoto ria bersama kami, saat-saat berfoto ria tak diduka Iin Ainiyah melewati kami teriak dengan keras. Foto-foto kami sudahi, dan tibalah kami di persimpangan SGC, Ayu bersama Ratih langsung menuju angkot 17, sedangkan sisanya kami masih harus menyebrang mencari angkot 39C, di dalam angkot kami masih bercerita, dan sedikit saya meledek Anisya, pertama kali turun Rafi, dilanjutkan oleh Tegar, kemudian Anisya dan di susul oleh Asyifa dan Aisah, yaaa tinggallah saya sendiri, ups sesampainya di pasar Induk ternyata angkot 36 Regensi udah tak ada, niat saya irin Rp. 2000,- untuk membayar angkot 18 ternyata malah hars membayar ojek Rp. 10.000,- yaaa begitulah, namun sungguh malam itu insya Allah tetap ada dalam ingatan saya bersama kalian.
#12082012
Ini cerita KITA :)

0 komentar:
Posting Komentar