Selasa, 13 November 2012

TERUNTUK


Sukar aku menyusun lahfadz ini
Namun ingin aku berbagi

Kau...
Bukan manusia, hewan, bahkan tumbuhan
Yang telah jatuhkan hatiku akan seunikanmu
Sejak aku duduk di bangku SD
Aku mencoba untuk mencintaimu
Tak asing lagi dalam benakku
Aku semakin mencintaimu
Detik berganti menit
Menit berganti jam
Jam berganti hari
Hari berganti bulan
Bulan berganti tahun
Aku masin mencintaimu
Tahun demi tahun aku mencintaimu
Hingga aku semakin menyadari bahwa aku benar-benar mencintaimu
Buktipun aku berikan kepadamu
Bahwa aku mencintaimu
Bahkan kau ada dalam deret cita dan impianku
Namun kini,
Apa yang ku rasa?
Sejenak benci menerpa cintaku
Kesal, amarah, bosan aku akan dirimu
Selalu menghiasi hari-hariku
Kau yang selalu aku banggakan bagaikan sahabat
Kini entah dimana ku temukan lagi
Kau yang selalu aku cintai bagaikan kekasih
Kini dimanakah aku harus mencari
Semua itu hilang ketika caci datang menghadang

Dan kini aku coba menghadirkan kamu kembali didalam hati
Semoga Allah meridhoi

Minggu, 26 Agustus 2012

APA (?)

Sosoknya yang begitu membekas dipikiran saya. Sungguh sangat mengguhan hati ini sebagai motivasi kehidupan. Sejak lama kami saling mengenal, namun apakah dirinya masih mengingatku?

>> Jawabku: ku rasa tidak
Perbedaan usia kami cukup jauh, semua itu tak aku pedulikan  kau masih mengenalku atau tidak, yang jelas disini aku masih mengenalmu dan masih tetap menjadikanmu seorang motivator hidup ini.

Beberapa tahun yang lalu kepergianmu ke negeri orang untuk menuntut ilmu, suatu hal yang membanggakan bagi aku sebagi penonton kehidupanmu. Dan kepulanganmu beberapa bulan ini menjadi sebuah harapan penonton kehidupanmu seperti aku ini, dan hari ini kaupun akan kembali lagi ke negeri orang, untuk melanjutkan cita-citamu.
Mungkin bukan aku saja yang menjadikanmu sebagai motivator hidupku, melaikan banya orang lain yang tidak kamu kenal namun ia mengenalmu.


Entah apa yang aku rasa sesungguhnya ? Aku sendiri merasa bingung dengan perasaan ini, apakah aku mengagumimu sebagai motivator ataukah lebih? Kalaupun lebih, disini aku merasa tak pantas untukmu, namun aku juga berharap Allah memberikan perasaan kagum kepadamu untukku Aamiin.

Mungkin santri lain banyak yang memberikan kenang-kenangan untukmu, banyak yang mengajak foto bareng sebagai kenangan, namun hanya doa yang dapat aku panjatkan atas kepergianmu, semoga bisa selamat sampai tujuan, semoga niat baikmu di berkahi Allah, dan semoga dikepulanganmu nanti kita dipertemukan kembali dalam keadaan kita yang lebih baik. Pandanganmu di malam itu masih ku ingat, semoga kaupun sama Aamiin.

Untukmu ikhwan berkalung sorban

Rabu, 15 Agustus 2012

Saat Aku Menangis


 Gorean penaku Dian Rahmawati untukmu :)
Kawan
Saat aku menangis
Aku ingin…
Kau mendengarkan
Cerita dalam tangisanku

Saat aku menangis
Aku ingin…
Kau ada bersamaku
Di sampingku
Menemani aku

Saat aku menangis
Aku ingin…
Kau mengulurkan tanganmu
Mengajak aku
Pergi bersamamu

Saat aku menangis
Aku ingin…
Kau menydiakan bahumu
Sebagai sandar
Tangisanku

Saat aku menangis
Aku ingin…
Kau hapuskan
Air mataku dengan sentuhaan lembut
Jari-jemari kecilmu

Saat aku menangis
Aku ingin...
Kau berikan nasihatmu
Untuk penyejuk
Hati ini

Saat aku menangis
Aku ingin...
Kau meyakinkanku
Bahwa tak perlu
Aku terus menangis

Dahulu
Semua itu kau lakukan
Saat ILLAHI memisahkan jarak antara kita
Namun kau masih meyakinkan
Katamu
Aku harus yakin
Aku harus semangat
Aku harus sabar
Aku harus berusaha

Tak dapat ku temui orang sepertimu sahabat kecilku Fajar Suciaty Hartini Hekasakti

Menyesalkah (?)


Assalamu’alaykum sahabat fillah…
Puji syukur kupanjatkan kepadaMu Ya ALLAH, yang telah memberikan anugrah rasa cinta kepada kami sehigga kami bisa bersahabat sampai saat ini. Lama sudah rasanya saya tak menyapa kalian melalui catatan, kali ini saya menyapa kalian dengan judul seperti diatas. Yuuuuk mariiiii J
Cinta ?

Banyak orang yang beranggapan cinta itu indah, dan banya orang yang beranggapan cinta itu menyakitkan, lalu apa sih sebenarnya cinta ?

Cinta secara bahasa adalah suka sekali dan senang sekali. Cinta secara istilah ialah rasa kasih sayang yang muncul dari lubuk hati yang terdalam untuk rela berkorban, tanpa mengharap imbalan apapun, dan dari siapapun kecuali imbalan yang datang dan ridhai Allah.
Dalam Islam, kasih sayang adalah identitas dan asas iman, seperti hal itu merupakan bukti pengaruh agama terhadap hati nurani, seperti halnya ia juga merupakan kesaksian jiwa manusia yang menurut term Islam belum akan diakui beragama bila ia tidak memiliki perasaan kasih sayang.

Katakanlah: “Jika bapa-bapa (pembesar dan nenek moyang), anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan-Nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan Keputusan (azab)-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. (QS At-Taubah, 9:24)


Namun menurut saya CINTA adalah anugrah, karena rasa cintalah saya bisa merasanya kehidupan seperti ini.
Cinta dapat dikategorikan menjadi 3 :
  1. Cinta halal (Allah, Rasul, para Nabi, Ulama, Orang tua, Keluarga, Sesama muslim dsb)
  2. Cinta mubah (Perasaan terpendam untuk seseorang dsb)
  3. Cinta haram (saling mencintai yang bukan muhrimnya sehingga menjalin hubungan, berzina dsb)
Lalu MENYEASAL-kah kalian pernah mencintai seseorang atau mungkin beberapa orang?
Suatu hari saya berbincang-bincang dengan sahabat fillah saya, mereka mempunyai pendapat yang berbeda dan diantara mereka sudah pernah berpacaran dan ada juga yang belum, namun walaupun mereka belum berpacaran setidaknya mereka pernah mengagumi seseorang (y). Dalam dunia remaja ini mengagumi atau bahkan mencinta sesorang seolah menjadi hal yang lumrah dikalangan remaja, yaaaa bagaimana tidak hampir 99% yang saya kenal pernah kagum dengan seseorang, dan teman-teman yang lain sering mendukung kalau kita sedang mengaggumi seseorang, bahkan sering membuka sesi curhat tentang masalah itu, dan saya pun melakukan seperti itu. Sering kali saya bercerita dengan sahabat saya tetang hal itu dan sebaliknya juga mereka. Disela-sela perbincangan, kami sering bertanya-tanya pengalaman mereka dengan seseorang yang dikagumi yaaaa begitulah. Kemudian saya menanyakan apakah mereka menyesal pernah mencintai atau mengaguminya? Ada beberapa diantara mereka yang menjawa YA, iya juga tidak, dan bahkan TIDAK, malahan mereka mempunyai alas an yang berbeda walaupun jawaban mereka sama, saya abil jawaban mereka yang masih terngiang dalam pikiran saya.
Untuk jawaban Ya :
  • Saya menyesal karena kenapa saya pernah mengaguminya dan mencintainya padahal saya tau dia gak pernah memiliki rasa yang sama kepada saya.
  • Saya menyesal karena kenapa saya pernah meengaguminya dan mencintainya bahkan kami bercaparan sampai beberapa tahun padahal saya mengetahui hukumnya.
Untuk jawaban iya juga tidak :
  • Apa yaaa, dibilang nyesel ya gak, dibilang gak nyesel  yaaa gak juga
Untuk jawaban TIDAK :
  • Saya tidak menyesal karena yang yakin dengan saya penah merasakan hal ini saya bisa belajar dari hal ini, agar saya tidak seenaknya mencintai dan mengagumi seseorang.
  • Saya tidak menyesal karena dengan semua ini saya belajar menuju kedewasaan dan mengerti akan arti cinta yang sesungguhnya yang sampai saat ini belum saya temui.
Lalu bagaimana dengan kalian MENYESAL atau TIDAK?
Menyesal atau tidak itu semua kalian yang merasakan, namun yakinlah nikmat Allah sangat besar dibalik kejadian itu. Mohon maaf apabila ada salah kata dari saya, yang benar datangnya dari Allah yang salah datangnya dari saya, akhir kata
Wassalamu’alaykum…
#semoga catatan ini bermanfaat untu kedepannya 

Gak Punya Judul


Awalnya tak sedikit saya merencanakan bahwa pulang bukber umum di SMAN 1 Cikarang Utara dengan jalan kaki, namun Siti Aisah menyarankan untuk jalan kaki pada hari sebelumnya. Cukup tertarik dipikiran ini, akhirnya saya ajak Ratih Yulianingsih, Siti Rahayu, Anisya Nur Khasanah, seperti biasanya Asyifa Fajri juga ikut, karena pada tahun sebelumnya Aisah bersama Asyifa sudah mencoba pulang dengan jalan kaki, sesuaaatuuuuu J.

Malam harinya kami memutuskan untuk sholat tarawih di sekolah, yaaa bersama Rizka Belinda Utami, Luzhi Resti Wibisono serta adiknya, dan orang-orang sejenisnya. Setelah sholat tarawih biasa maklum perempuan gitu, gak afdol kalau gak ngumpul, akhirnya kita putuskann ngumpul di teras masjid, terpikir dipikiranku untuk mengajak dua sejoli Muhammad Tegar Jiwaraksa Hidayat dan Rafi Yulianingsih eeeh salah maksudnya Rafi Rafsanjani. Dan ternyata mereka mau untuk mengikuti hal cukup aneh yang kami lakukan. Namun cukup disayangkan Rizka Abdul Jabar, Luzhi Jiwaraksa, Lany Sukarya, dkk tidak ikut dengan kegiatan kami huuuuf payah, makanya tahun depan pindah rumah biar searah sama kita-kita buuu. Hahahahahahaha :D

Sepanjang jalan kita ngapain yaaaaa? Yang jelas kita ledekin Anisya sampai pundung hahahahaha cukup bahagia saya :D. Padahal baru sampai SMPN 3 Cikarang Utara, tapi rasa cape mulai terasa, eeet namun walaupun cape kalau rame-rame mah ayoo ajalahaaa yaaa gak mbasis? Masbro? Sampai juga di Alfa Midi, ternyata sepikiran sama saya untuk membeli minum hahaha, eet tapi saya, Ratih sama Asyifa cuku nunggu di sebrang jalan, Ratih duduk dengan ala pengemis yang belum makan satu detik, Asyifa duduk ala remaja andilau ups saya pakai bahasanya si Rafi hahaha. Cukup lama menunggu mereka  masuk ke Alfa Midi, dan sedikit menahan malu, duduk dipinggir jalan, takuta ada guru yang negur hahaha. Akhirnya mereka keluar juga, cukup disayangkan Ratih gak dibeliin minum ups sabar yaaa.

Perjalanan kami lanjutkan dengan meledek satu sama lain, Ratih dengan Rafi, Ayu dengan Aswari, Anisya dengan Dian, Tegar dengan Luzhi, Asyifa dengan Abi, Aisah gak tau dengan siapa, eet jangan salah ini semua hanya bercanda, hanya lelucon sebagai ledekan kami menghibur diri yooo pastinya. Lanjut di persimpangan, ups di depan saya ada orang gila, karena cukup trauma gitu sama orgil yaaa saya ajak pura-pura nyebrang, padahal mah saya takut sama orgil hahahaha. Lanjut menyebrang ke sebrang jalan selajutnya, seru-seruanlah malam-malam bersama mereka. Sesampainya disebrang, niat kita mau foto-foto tapi saying sangat disayangkan battery kameranya low, owwwh tapi Aisah bersedia untuk mebelikannya diwarung warung sekitar, warung pertama tak ada, akhirnya Aisah memutuskan untuk membelinya di warung sebrang, dengan dihanr Asyifa yaaaa.

Lanjuuuuut, Aisah dan Asyifa kembali, saya langsung menukar dengan yang baru, sampai akhirnya kami di jalan laying, waktu foto-foto dimulai hahaha. Namun tak di sadarkan Aisah masih di belkang memperhatikan kereta yang lewat dibawah jembata, cukup takut dengan tingkahnya Aisah, padahal kalau mobil besar melewati jalan laying tersebut serasa jalannya bergetar mau runtuh, tapi Aisah tetap menunggu kereta lewat dan kemudian ada satu kereta lewat, saya pikir setelah kereta lewat Aisah langsung menghampiri kami, ternyata Aisah masih diam memperhatikan kereta tersebut, panggilan kerasa yang saya lontarkan seolah tak menggoyahkan perhatiannya Aisah kepada kereta owh. Akhirnya Aisah pun menghampiri kami dan ikut berfoto ria bersama kami, saat-saat berfoto ria tak diduka Iin Ainiyah melewati kami teriak dengan keras. Foto-foto kami sudahi, dan tibalah kami di persimpangan SGC, Ayu bersama Ratih langsung menuju angkot 17, sedangkan sisanya kami masih harus menyebrang mencari angkot 39C, di dalam angkot kami masih bercerita, dan sedikit saya meledek Anisya, pertama kali turun Rafi, dilanjutkan oleh Tegar, kemudian Anisya dan di susul oleh Asyifa dan Aisah, yaaa tinggallah saya sendiri, ups sesampainya di pasar Induk ternyata angkot 36 Regensi udah tak ada, niat saya irin Rp. 2000,- untuk membayar angkot 18 ternyata malah hars membayar ojek Rp. 10.000,- yaaa begitulah, namun sungguh malam itu insya Allah tetap ada dalam ingatan saya bersama kalian.

#12082012
Ini cerita KITA :)

Apa si itu MENTORING (?)


Bismillah...
Mentoring ? Apa si itu mentoring, pasti kalian sering bertanya-tanya tentang hal itu, begitupun juga saya, awalnya pada saat saya kelas X saya sungguh sangat merasa tidak tertarik dengan mentoring, tapi karena itu adalah salah satu program di rohis tempat saya eskul terpaksa saya ikut. Minggu demi minggu saya ikut mentoring ternyata enak juga yaaa, mungkin bagi kalian yang gak tau mentoring, pasti akan merasakan yang sama seperti saya namun setelah kalian mengikuti mentoring pasti kalian juga akan merasakan senang sama seperti saya :) ayooo ikut mentoring, saya akan berbagi beberapa hal yang ada di dalam mentoring yang saya ambil dari beberapa blog yang saya kunjungi:

Secara bahasa, mentoring berasal dari bahasa Inggris mentor yang artinya penasehat. Mentor adalah seorang yang penuh kebijaksanaan, pandaimengajar, mendidik, membimbing, membina, melatih, dan menangani oranglain, maka perkataan mentor hingga kini digunakan dalam kontekspendidikan, bimbingan, pembinaan, dan latihan. Secara istilah, ada beberapa definisi mentoring yang berbeda satusama lain, diantaranya adalah Shahizan Hasan dan Tsai Chen Chien mendefinisikamentoring sebagai proses yang menggunakan berbagai aspektermasuk kemahiran oleh orang yang berpengalaman melalui bimbingan,pendidikan dan latihan kepada remaja bagi tujuan pembelajaran. Parsloe dan Wray, mendefinisikan mentoring sebagai proses yang menyokong danmenggalakkan seseorang supaya pembelajaran berlaku. Clutterbuck mengatakan, mentoring juga mencakup aspek melatih, membimbing,konseling dan ikatan kerjasama dengan individu lain. Anderson dan Russell, menyatakan bahwa mentoring merupakan pembentukan komunitas yang memerlukan kepercayaan dan perasaan ambil berat mengenai masa depan remajaIa juga adalah perkongsian antara pengetahuan dan kemahiran pribadidengan remaja. M. Ruswandi dan Rama Adeyasa, menyatakan bahwa mentoring merupakan salah satu sarana pembinaan Islami (TarbiyahIslamiyah) yang di dalamnya ada proses belajar mengajar yang berorientasi pada pembentukan karakter dan kepribadian Islam. Jadi secara umummentoring merupakan kegiatan pendidikan yangmencakup di dalamnya tentang mengajar, mendidik, melatih, dan membinayang dilakukan dengan pendekatan saling nasehat-menasehati yang didalamnya terdapat rasa saling mempercayai satu sama lain antara dua pelakuutama yaitu mentor (penasehat utama dalam kelompok mentoring) dan mentee(peserta mentoring). Arti saling nasehat-menasehati itu adalah saling memberikan perhatianhati terhadap yang dinasehati yang bertujuan untuk kebaikan dan dilakukandengan cara mengikuti apa-apa yang dicintai Allah. Pendekatan salingnasehat-menasehati tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkan Allahdalam firmanNya yang berbunyi : 
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehatmenasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supayamenetapi kesabaran” (QS. Al-Ashr : 1-3)
 Dari penjelasan di atas, maka nasehat-manasehati merupakan hal yangharus dilakukan oleh setiap muslim, oleh karena itu saling menasehatiditerapkan dalam kegiatan mentoring. Pendekatan saling menasehati dalam kegiatan mentoring bertujuan untuk menciptakan suasana saling belajar, saling mempercayai, serta saling memberi pengalaman dan kebaikan yangnantinya akan memberikan perubahan ke titik yang lebih baik yakni sebuahkepribadian Islam yang menyatu dalam kehidupan sehari- hari para remaja.

Oh iya, mentoring juga punya kurikulum yaaa walaupun menggunakan kurikulum tapi jelas mentoring itu berbeda dengan sekolah:
Bab 1: Tawazun
Bab 2: Ikhlasunniyah
Bab 3: Aqidah Islamiyah
dan jenis lainnya, yang saya ingat minggu kemarin mba Nisa kasih materi sampai Ma'arifatul Rasul :Dtapi insya Allah ingatlah yang pentingnya mah :D pokoknya semuanya dari perkara keci samapai besar dibahas insya Allah sesuai deh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah :)
Oh iya ikut mentoring juga banyak manfaatnya lhooo ada manfaat untuk diri sendiri ada juga manfaat untuk ROHIS yang kita cintai :* mau tau ?
kalau manfaat buat diri sendiri yang kaya dibawah ini yang saya rasain :D
 1. Punya banyak teman,
Dengan ikut mentoring kita jadi punya banyak teman dan lebih hebatnya lagi kita tidak keliru memilih lingkungan pergaulan. Karena gaul kita adalah gaul yang bersih dan lurus. Jauh dari perbuatan-perbuatan buruk apalagi sampai melanggar hukum (narkoba dan sebagainya).  Karena teman-teman kita adalah mereka yang tidak akan menjerumuskan kita pada kerusakan melainkan mereka adalah teman sejati yang mengajak dan mengingatkan kita agar selalu pada jalan kebaikan. Oh iya percaya gak temen saya di mentoring semuanya lebih muda dari saya mereka semua kelas X, sedangkan saya sendirian kelas XI tapi saya merasa nyambung dengan mereka mungkin satu tujuan kalia yaaa :D, tapi sebenarnya ada yang kelas XII juga tapi mau lulus :(
2. Bisa jadi tempat curhat,
Di mentoring kita mendapatkan tempat curhat. Kita dapat sharing tentang berbagai permasalahan baik yang bersifat umum maupun pribadi. Sehingga akan terasa ringan rasanya beban yang ada bila telah menceritakan permasalahannya pada orang lain. Dan mereka yang berada di mentoring merupakan mereka yang dapat dipercaya untuk menyimpan permasalahan kita serta memberikan solusi-solusi pemecahannya. Asyikkan?
3.  Membentuk kepribadian yang utuh.
Alhamdulillah, kita bisa lebih mengenal karakter pribadi kita dan kita dapat membenuk kepribadian kita agar menjadi pribadi yang utuh (sholeh) dan bermanfaat bagi sesama. Dengan memahami jati diri kita sebagai hamba Allah, kita akan lebih memahami akan makna hakiki dari kehidupan ini. Peran-peran hidup yang kita jalani dan apa tujuan kita hidup dimuka bumi ini. Kata lainnya jadi sering introspeksi diri. Asyikkan?
4. Hidup makin terarah
Mengapa tidak? Setiap pekan bahkan setiap saat kita selalu mendapatkan masukan dan nasehat (kontrol) bagi setiap aktifitas kita.  Ibarat seorang pengendara yang disetiap jalan ada petunjuk lalu lintas, tentunya akan mempermudah untuk mencapai tujuan. Dan tujuan hidup kita pun jadi semakin terarah bilamana kita sering mendapatkan rambu-rambu kehidupan. Dan ini hanya kita dapat di mentoring. Intinya kita selalu mendapat kontrol baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.  Asyikkan?
5.  Mendapat wawasan keislaman
Di dalam kegiatan mentoring, pemahaman wawasan Islam, Alhamdulillah jadi bertambah, tidak hanya tahu tentang ibadah-ibadah yang sering dilakukan seperti shalat, puasa ramadhan dan sebagainya tetapi juga mendapatkan wawasan keislaman yang integral (utuh dan menyeluruh) yang dapat menjadi pedoman dalam mengarungi hidup ini, Asyikkan?
 6. Mendapatkan pahala.
So pasti, dengan ikut kegiatan mentoring berarti kita juga sedang menuntut ilmu. Dan tentunya curahan pahala dan rahmat akan selalu turun menyertai hambanya yang sedang menimba ilmu dan menambah wawasan ajaran-Nya. Pahala yang tidak pernah terputus karena salah satu amal yang pahalanya akan terus mengalir dan tidak pernah berhenti adalah ilmu yang bermanfaat. Asyikkan?

Nah kalau manfaat untuk ROHIS tercinta yaaa gini:
Membuat ROHIS (ROHANI ISLAM) nggak sekadar nama, tapi benar-benar meresap dalam diri kita asyik dah gaya ane ngomong hahahah
yaaa gak ketinggalan deh sama rohis lain :) :) ;)

Mungkin ini hanyalah sebagian dari keasyikan-keasyikan kita dalam mengikuti mentoring. Keasyikan yang terkadang juga membuahkan hasil di masa depan. Terima kasih untuk teman-teman mentoring, dan para mentor yang insya Allah di cintai oleh Allah. Aamiin.
Mungkin itu aja yang bisa saya tulis, nanti di sambung lagi yaaaaa, ayo yang belum mentoring kita ikut mentori cocok ?
Cocok gali gacok cocok :D
oh iya mentoring kami juga gak hanya buat yang eskul RISMACI aja tapi juga yang lain :D bagaimana lebih cocok ? atau sepakat :D?
Wallahu’alam

Bagi Yang Mudik

Bagi sesiapa yang ingin balik ke kampung halaman, ada beberapa perkara yang perlu anda lakukan.

1. Solat sunat Safar 2 rakaat sebelum bertolak.
2. Membaca ayat Kursi, niat mohon perlindungan Allah SWT untuk memelihara diri, keluarga dan harta benda.
3. Berdoa.
4. Membaca Doa penggerak.
5. Membaca Bismillahi tawakkal 'alallah. Wa La hau la wala Quwwata Illa billahil 'aaliyyil 'azim.



#berbagi dari www.facebook.com/photo.php?fbid=10150824481277215&set=a.10150572938642215.377981.258067437214&type=1&ref=nf

Jumat, 27 April 2012

Doa Perpisahan

Pertemuan kita disuatu hari

Menitikkan ukhuwah yang sejati
Bersyukurku kehadap ILLAHI
Di atas jalinan yang suci

Namun kini perpisahan yang terjadi
Dugaan yang menimpa diri
Bersabarlah di atas suratan
Ku tetap pergi jua

Kan ku utus salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Allah bantulah hamba-Mu

Mencari hidayah dari pada-Mu
Dalam mendidik kesabaranku
Ya Allah tabahkan hati hamba-Mu
Di atas perpisahan ini

"Teman betapa pilunya hantiku
Menghadapi perpisahan ini
Pahit manis perjuangan
Telah kita rasakan bersama
Semoga Allah meridhoi
Persahabatan dan perpisahan ini
Teruskan perjuangan"

Kan ku utus salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Allah bantulah hamba-Mu

Senyuman yang tersirat dibibirmu
Menjadi ingatan setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul pada
Kenangku di dalam doamu
Semoga... Tuhan berkatimu
#Brothers


Doa Perpisahan, yaaa kenapa aku menuliskan lirik lagu itu, karena kenangan yang tersimpan dalam lagu itu untukku dan dirinya. Saat kami mendengarkan bersama lagu itu di dalam ruang kelas, awalnya aku berpikir dirinya tak menyukai lagu itu namun ternyata ia sangat menyukai lagu itu, bahkan aku sering mendengar saat ia bersamaku menyanyikan lagu itu. Awal ia meminta lagu itu dengan malu-malu, memintaku untuk menyimak dengan serius lagu itu, menintaku menyanyikannya. Yaaa ingin rasanya aku menyanyikan lagu itu saat perpisahan nanti untuk dirinya namun ku rasa tak mungkin, karena aku dalam proses menjauh darinya, tapi semoga ia mendengar bahwa aku menyanyikan lagu itu dalam hati untuknya. Selamat jalan Mr. Simple, semoga tetap istiqomah J

Rabu, 25 April 2012

Cinta Tanpa Batas

Sebuah tema yang diusung Kick Andy suatu episode. Dalam acara itu diundang perempuan-perempuan hebat yang bersuamikan mereka, orang-orang dengan ketidaksempurnaan fisik.


Ada Lela, seorang wanita cantik dengan segala kesempurnaan fisiknya, yang menikah dengan Priagung, seorang penderita tuna rungu. Priagung menderita tuna rungu sejak lahir, dan itu menyebabkan dia tidak dapat berkomunikasi selancar orang kebanyakan. Tidak ada keraguan bagi Lela untuk menerima lamaran Priagung meski dia tahu kondisi Priagung yang berbeda dengan orang lain. Mereka tidak pacaran. Hanya berinteraksi sekali waktu, saat Lela berkunjung ke rumah saudaranya.


“Saya ingin punya suami yang tidak nakal,” begitu kata Lela sambil tersenyum. Mereka hidup bahagia dan sudah dikaruniai seorang putra.

Ada kisah antara Jajang dan Maryati. Jajang, terpaksa harus hidup di atas kursi roda setelah kakinya mengalami kelumpuhan akibat peristiwa tabrak lari yang menimpanya. Jajang bekerja sebagai pegawai di RS Fatmawati. Dia bertemu dengan Maryati, seorang suster yang juga bekerja di tempat yang sama. Alkisah, mereka memutuskan untuk menikah, setelah sebelumnya Maryati sempat dihinggapi keragu-raguan mengenai pasangannya. Tapi setelah melaksanakan sholat istikharoh, dia pun akhirnya mantap bahwa Jajang adalah jodoh yang dipilihkan untuknya.

Mereka pun menikah, meski sempat tidak direstui oleh orang tua Maryati. Dan mereka membuktikan bahwa cinta memang tidak memandang fisik. Pernikahan mereka kini telah berusia 23 tahun, dan telah dikaruniai seorang putrid yang kini beranjak dewasa.

Lalu yang ketiga, ada kisah dari seorang tuna netra bernama Muhammad Fitra Salahudin dan seorang wanita cantik bernama Saidah Fauzi.


Fitra, adalah seorang pemuda yang sedang berusaha menghilangkan kebiasaan buruknya minum-minuman keras, ketika suatu waktu ia menghadiri pesta yang diadakan oleh boss dari pacarnya. Dalam pesta yang menyediakan minuman berlkohol itu, dia kembali menenggak minuman setan itu dan pulang dalam kondisi mabuk berat. Dia menyetir mobil sambil tidur dan tiba-tiba terbangun dalam kegelapan. Wajahnya perih karena tertusuk pecahan-pecahan kaca, bola matanya sebelah keluar, dan sebelah lagi pecah. Tapi nyawanya tertolong dan dia harus menjalani dua kali operasi dengan 150 jahitan. Setelah kejadian itu, dia ditinggalkan oleh pacarnya yang tidak bersedia menerima kondisi fisiknya.


Fitra yang sudah tuna netra ingin mencari istri. Saya ingin istri yang Islami, katanya. Dan dikenalkanlah dia dengan Saidah. Saidah sendirilah yang menawarkan diri kepada keluarganya ketika ada tawaran yang datang.

Pada akhirnya, dua orang itu pun dipertemukan untuk saling mengenal satu sama lain. Mereka berbicara selama dua jam. Dan di akhir percakapan yang hanya dua jam itu, Saidah bersedia menikah dengan Fitra. Ya, dalam waktu hanya dua jam dia bersedia dinikahi oleh seorang yang-dalam kacamata manusia-tidak sempurna.


Saidah yakin, bahwa keinginan Fitra untuk menikahinya berasal dari hati. Fitra tidak bisa melihat, darimana lagi kalau bukan dari hati keinginan itu ada?

“ Saya selalu minta untuk diberi suami yang tidak hanya melihat saya secara fisik. Dan Allah ternyata benar-benar memberi saya suami yang tidak bisa melihat. Dia mengabulkan permohonan saya..” Subhanallah….


Cinta memang tanpa batas. Cinta tidak memandang seseorang itu cantik atau tidak, tampan atau tidak, kaya atau tidak, dan lain sebagainya. Cinta hadir karena Allah telah menganugerahkan perasaan itu bersemayam di dalam hati., tidak peduli seberapa buruk fisik seseorang. Cinta itu menerima setiap kekurangan dan kelebihan. Cinta itu indah di hati, meski tidak indah di mata…..begitu kan?

cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa..
ia bukan kata yang datang dari bibir dan lidah
yang membawa hati bersama-sama..
tidak ada yang lebih besar dan suci daripada apa yang diucapkan mulut..
dia memancarkan jiwa kita,.
bisikkan untuk hati kita..
dan membawa keduanya bersama-sama..
(Kahlil Gibran)


^_^ Mencintai tanpa batas,, Mencintai Karena Allah

Aku, Kamu, Cinta dan Allah


Setelah shalat Shubuh aku langsung berpakaiann, tidak sepertii biasa nya, setelah shalat shubuh biasa nya aku tidurr lagi ~_~ tapii karena aku udah aktif kuliah, jadii haruss siap siap karena jarak rumah kekampus itu lumayan jauh, lumayan kalo di anter sama omm, eh ini naek angkot :( tapii ga apa apa, Khay is Strong girl hihihiih v^^

Buru buru ku bawa tas ke ruang tamu rumah dan ternyata disana sudah tersajii sarapan pagi yang dibuat sama tantee, dan buru buru ku habiskan dan aku berjalan cepatt menuju tempat angkutan umum yang biasa kunaiki setiap masa perkuliahn udah aktif....... selang beberapa menit akhir nya sampai juga di kampuss ku yang indah (Lebay) hmm
*dengan nafas yang ngos ngos an, maklumm kelas kuliah nya lantai 4 T.T udah gitu jauh dari gerbang masuk :(
lengkap sudah penderitaan hari ini pikir ku :)

Tak tik tuk tak tik tuk,

suara jam dinding mengisi suasana dalam kelas, akhir nya waktu nya istirahat pun tiba, sebenar nya udah mau siap siap ke mesjid untuk dhuzur, kebetulan 2 tman dekat ku lagi ndak bisa shalat, akhir nya kuputuskan untuk shalat sndiri, tak lama kemudian, tiba tiba hape Jelek ku berbunyi menandakan ada yang nelpon, dan ternyata yang nelpon ka Azmi, salah satu pimpinan keorganisasian yang kuikuti waktu itu dan menyuruh ku untuk menjumpai nya sebentar. akhir nya kuputuskan untuk menemuia kak azmi dulu baru dzuhur, Ternyata diruangan bukan hanya ada aku, tapii juga para anggota dan pimpinan yang laen, karena ingin membahas acara yang ingin kami garap dalam waktu dekat ini, ternyata rapat nya sampe 30 menitt lebih, hmmaku pun berjalan menelusurii tangga kampuss sendirii, capekk dalam pikiran ku hmmm

Semangatt khay ^^

Kulirik jam tangan ku, udah menunjukkan jam 2 kurang, dzuhur,, desah ku dalam dalam kecapean diriku duduk sejenakk di bangku kampus, kebetulan pada waktu itu dosen nya gag datang datang,ngbrol sebentar sama teman ku dan karena dosen nya lamaa bangett datang nya, kuputuskan untuk kemesjid karena amanah belom nisa lunasii

kuberanikan sendiri ke mesjid karena ke 2 teman ku lagi gag shalat (maklum wanita)
selesai berwudhu, kulangkahkan kaki ku memasuki mesjid, tiba tiba langkah terhentii seketika itu

yah, hanya 1 alasan, karena 1 ikhwan disana sedang melakukan shalat juga, sempat berpikir sejenak "masuk gag, masuk gag" bingung karena mesjid di kampus tidak ada hijab nya, tidak ada pembatas antara jama'ah ikhwan dan akhwat, tapii ku bulat kan niat karena Allah tapii dalam hatii sempat berpikir, kira kira sapa ikhwan itu ????

ku ambil shaaf palingg belakang disudut kanan, ternyata sampai aku selesai dzuhur, ikhwan itu pun belum juga pergii meninggalkan mesjid, dia lagi asyik membaca surat cinta Allah :) subhanallah suara nya buat aku merinding waktu itu, :(

Tuhan, aku jatuh cinta sama suara nya :(
sedikit melirik lirik, pengen skali melihat wajah nya, dan ternyata tak bisa, karena sampe aku keluar dan jalan meninggalkan mesjid pun, ikhwan nya tidak keluar keluar dari mesjid, mata kuliah pun berlangsung, tapii waktu itu ga konsen, ingin rasanya balek kemesjid dan melihat siapa kah ikhwan yang kulihat di mesjid itu ???
*berpikir keras

mata kuliah akhir nya selesai, Alhamdulilah desah ku,kulangkahkan kaki ku ke ruang organisasi yang ku geluti, ada sekita sampe 2 jam rapat akhir nya selesai dan aku memutuskan untuk pulang dan ashar di rumah aja, karena aku udah lelah dan ingin istirahat,

waktu melewati mesjid aku melirik kemesjid berharap menemukan ikhwan itu lagi di mesjid dan tertanya tidak ada dia disanah *tertunduk lemas aku pun pulanggg dengan wajah capekkk :(

Sepertii biasa sambill ngerjaii tugas sambilll buka fb, tiba tiba ada permintaan pertemanan dari seorang ikhwan dengan nick name "ikhwan Akhir jaman",, aku emang orang nya cuek bebek aja, semua yang minta pertemanan selalu aku konfirm tanpa melihat sapakah dia, apakah kenal dengan aku atau tidak,

beberapa detik setelah aku konfirm permintaan pertemanan nya nya, tiba tiba keluar 1 nama di ruang obrolan ku, dan tak laen dan tak bukan adalah dari 'ikhwan akhir jaman" yah sepertii biasa kebanyakan para ikhwan memulai percakapan di dunia maya

"Assalamualaykum warahamtullah wabaraktuh ukh"

"Wa'alaykumusalam warahamtullah wabaraktuh" tulisku smbari melirik blog yang sedang ku otak atik

"syukron jazakillah khairan ukhty nisa atas silahturahim ini"

"afwan, wa iyyaki akh, sama sama" jawabku sepertii biasa

tapii ada yang lain dari chat itu, yahh biasanya orang baru kalo mulai chat sama ku selalu tanya nama ku, tapii kenapa inii sudah tau namaku ?? padhal nama fb ku waktu itu bukan pasang nama tapii pasang kata kata indah hihihihih v^^

aku biarkan saja obrolan nya, tidak lama aku jawab chat itu tiba tiba datang lagi chat dari dia (Ikhwan akhir Jaman)

"gimana rencana pemberangkatan organisasi nya, waktu itu nama nya IMM (Ikatan mahasiswa Muhammadiyah)
"haaaaaaaaaaaaaaaaa,, aku terkejud, dari mana dia tau kegiatan ku ?

"afwan, antum sapa ?? apakah ana kenal dengan antum ?" balasku dengan rasa penasaran

Tidak lama setelah itu obrolan nya fulan Offline

Aaarrrgggggg

bawaan nya langsung marah, langsung aku inboks dia dengan menayakann siapa dia sebenar nya

1 jam berlalu dan tidak ada jawaban

Kuputuskan untuk melihat profil ny dan ternyata di dinding nya ada kiriman dinding dariii kak Muhammad Rizky, ketua BEM kami

Ya Allah, dia anak UMSU ??? (terkejutt)

benar benar dia telah membuat ku penasarann

Kudatangii ka Rizky ke kelas nya, dan ku tanya sama beliau tentang akun itu, dan dia mengatakan

"ohhh, itu Muhammad Ryan syahputra, anak PAI jurusan Dakwah smester 6 nisa""orang nya yang mana ka ?? " :O

"hmm, mungkin nisa dan akhwat akhwat yang laen tidak mengenali nya karena dia seorang ikhwan yang subhanallah ilmu agama nya benar benar bagus nis, selalu ada hijab antara ikhwan dan akhwat kalo sedang rapat, dia biasa nya sering nya di mesjid"

deggg,, aku langsung teringatt dengan ikhwan yang kutemui di mesjid kemaren,Ada pertanda apa ini ??

Wahai yang membolak balikkan hati, teguhkan hati kuu hanya PadaMu yaAllah :(

Terduduk tertegun sambil berpikir tentang dia, yah dia yang 2 hari ini mengusik hati dan pikiran ku, hmm segera kusadarkan diriku,
"untuk apa memikirkan orang yang tidak kita kenal" ini dunia kawan, penuh sandiwara, dan Allah lah sebaik baik yang harus kita ingat.

"Hamasah Hamasah Hamasah"sambil tersenyum ku ucapkan kata itu sampe 3 kalii,, :D :D Khay is strong girl (teringat bunda)

Waktu shalat ashar pun berkumandang, karena deadline dari IMM harus selesai, akhir nya sampe ashar pun aku belum pulang dari kampus, permisi sejenak sama ketua untuk ke mesjid, dan lagi lagiiiii

hanya ada akuu dan dia serta Allah :)

Selesai shalat, tak kutemukan lagii dia di depan ku, aku smpat melihat keseluruh bagian mesjid, tapii tak kutemui dirinya, kuputuskan untuk balek ke kantor organisasi, ketika aku memakai sepatuu ku di teras mesjid, aku di kejutkan dengan suara ikhwan yang menyapaku

"afwan nisa," dengan kepala menunduk kebawa

Segera kupalingkan wajahku melihat orang yang memanggilku

Kesan pertama saat memandangnya

"Subhanallah, Indahnya CiptaanMu ya Allah :)"

Iyah, jawabku singkat sembari memberikan senyuman padanya, tapii percuma, lahh dia nundukk lihatin keramiik mesjid"

iini sapu tangan kamu terjatuh kemarin waktu dzuhur" sambil menyodorkan sapu tangan kepadaku tapii ttep tertunduk

huhhhuhu

aku ambill sapu tangan itu dari tangan nya

"syukron" jawabku singkat
"afwan ukh" balasnya sembarii berlalu dari ku

kukejar dia, dan kuikuti dari belakang sambill mengajaknya mengobroll"

afwan, antum pemilik akun fb "ikhwan akhir jaman?""

na'am ukh, afwan kemaren sya tidak balas chat dari anti, karena pulsa modem ana habis waktu itu

"iya laa ba'sa akh"lumayan lama kamii jalan berdua,
tiba tiba

"afwan ukh, ana duluan yah, tidak enak dilihatin banyak orang"

"oia, silahkan"

hmmmm 1 doa untuk nya " Istiqomahkan dia dan berikan dia yang terbaik ya Allah :(

nisa jatuh cinta padanya kyk nya

hihihihiiihih

Setiap malam emang aku seringg OL, kulihat ruang chat fb ku, dan ternyata ada nama fb nya OL

kuberanikan diri untuk meyapa nya dan ternyata dia merespon nya, Alhamdulilah yah sesuatu banget :P

Akhir nya kami sering chatingg dan tidak hanya itu, ku beranikan diri meminta nomor hape nya pada teman nya, dan pada siang itu waktu dikampus ku beranikan diri untuk sms dia,

"Assalamualaykum Warahamtullah wabaraktuh kak rian" beberapa menit kemudian

"Wa'alaykumussalam warahamtullah wabaraktuh, afwan spa ini ?" balas nya

"ini nisa kak, anak akuntansi"

oo, ukh nisa ? na'am, ada apa ukh ??"

"tidak ada apa apa kka, hanya ingin smsan aja"

oia, afwan, anti tau nope ana dari mana ??" tanya nya

"dari teman kk, ka fahrul" jawabku

"oh, anti orang pertama akhwat yang mengetahui nope ku"

hmmmm, yah seprti ituu seteruss nyaa sampeee akhir nyaa 2 bulann kemudiaan kami jadi lebih sering ngbrol baik via fb ataupun smsan, bahkan sudah kuberanikan diriii untuk menelpon nya :( ya Allah, yah ngbrolin semua nya, baik organisasii kampuss ataupunn sekedarr share hoby, minat atau apapun :(


Hari berlalu, berganti, bahkan kamii jadi sering ketemu, alasan nya karena dia yang mencarikan aku tempat tarbiyah dan kebetulan dia salah satu pengajar disana, Ada perasaan aneh jika sehari saja tidak sms, telpon atau chatingg atau jumpa dengan nya,


ya Allah, ada apa dengan hatiku


Ya Allah ternyata aku jatuh cinta

Ternyata makin hari kami makin dekat, yah walau tidak dengan jumpa tatap muka, tapi via sms, telpon bahkan dia sudah berani memanggilku dengan sebutan Adek

hari berjalan dan waktu pun bergulir, tidak terasa sudah 3 bulan kami bersama. Tiba tiba entah siapa yang memberi tau, murabbi sekaligus murabbi nya ikhwan itu mengetahui kedekatan kami dan jauzati beliau memanggil aku untuk menghadapnya dirumahnya, tidak ada gambaran dalam benakku bahwa ummu akan menanyakan hal ini padaku

'Nisa," sapa ummu kepadaku"

na'am ummu," jawabku dengan senyum

"kamu kenal dengan Muhammad Ryan saputra" tanya ummu padaku dengan sorotan mata yang tajam kepadaku deg,

seketika itu juga jantung ku berdebar, sebisa mungkin aku menjaga gejolak jantung yang tiba tiba tidak bisa tenang sambil tunduk aku pun menjawab "na'am ummu, kebetulan nisa smaa akhi ryan 1 kampus tapii lain fakultas, ada apa ummu ?? "dengan sesekali memandang wajahnya yang teduh

"nisa anakku, kamu taukan hakikat pertemanan antara ikhwan dan akhwat ?? apalagi kalian adalah aktifis dakwah, sudah jelas kalian tau teori nya

Aku hanya mampu tertunduk dan ingin menangis saat itu juga

"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya"

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk,

”anakku nisa sayang,

Dari mata turun ke hati

Jagalah Hati ini dan janganlah pandangan dari apa yang diharamkan untuk dipandang agar hati kita bercahaya
Menundukkan pandangan merupakan amalan yang utama
Jauhkanlah pandangan kita dari kemilau dunia hanya diperbudak keiniginan semata
Tahan pandangan ini meremehkan dari siapapun jua
Mata mengantarkan kepada keinginan seandainya keinginan ini diridhoi Allah maka menjadi penuntun amal sholeh kita akan tetapi keinginan itu maksiat kepada Allah maka jagalah pandangan.

Ya Allah saat itu juga aku menangis di pangkuan ummu Najh,
Memohon kepada Allah atas apa yang kulakukan dalam waktu yang panjang ini,
Kehidupan dunia melenakan ku.....
Astagfirullahku raih handphone ku dan ku sms akhi Ryan, meminta maaf kepadanya karena aku telah mengganggu keimanan nya,

keistiqomahan nya Benarlah pula bahwa " Sesungguhnya dunia ini manis dan indah, maka berhati hatilah terhadap dunia dan wanita karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani israil adalah wanita (HR. Muslim)

Tidak ada jawaban dari nya atas sms ku,

Waktu berlalu dan sejak kejadian peringatan dari murabbi ku, aku tidak pernah melihatnya lagi berkeliaran di mesjid ataupun dikampus,

ku coba carii tau melalui teman teman nya dan ternyata beliau pindah kota ke jakarta

Ada perasaan sedih, benci dan marah hari itu berkecamuk di hatiku, yah aku sedih, aku marah dan aku benci dia karena kenapa dia tidak memberi ku kabar akan kepergian nya kesana ??

Selepas pulang kampus buru buru aku naek angkot menuju rumah Murabbi ku dan menyakan hal ini kepada ummu dan abi dan ternyata ryan udah cerita kemereka tentang kepergian nya yang secara tiba tiba

"Nisa putri ku, setelah abi memberi nya nasehat sama sepertiii ketika ummu mu memberi nasehat kepadamu, ryan tunduk dan ternyata menangis, dia menangis karena telah mengganggu keistiqomahan keakhwatan mu, kata no pacaran in islam yang selalu kau kebyarkan di ladang dakwah kampus mu seakan tidak berlaku lagi bagi hidup mu, dan pergi adalah keputusan yang terbaik untuk nya" kata abi sambill memandang mataku tajam

Aku hanya mampu tertunduk dan terdiam, tidak pernah terpikir dalam benakku bahwa akan jadi sepertii ini.


“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”.

(An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri.

Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah.

Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita."

Dan detik ini aku lebih paham, kenapa dunia terlebih cinta tak pernah mengganggu keistiqomahan mereka :)

Kasih Sayang Allah Kepada Wanita Shalihah



Bismillahirrahmanirrahim..

Ini adalah kisah seorang wanita shalihah yang sangat takwa kepada Allah. Ia amat gemar berbuat kebajikan, tidak putus-putus mengingat Allah, tidak sudi keluar dari mulutnya kata-kata yang tak pantas. Bila disebut api neraka, ia lantas ketakutan luar biasa dan sangat cemas hatinya, ia angkat tangannya seraya memohon dengan penuh ketundukan agar terhindar darinya. Dan bila disebut surga, ia demikian bernafsu karena sangat menginginkannya, ia ulurkan kedua tangannya seraya berdoa dan bermunajat kepada Allah agar menjadikan dirinya termasuk penghuninya. Ia mencintai manusia dan mereka pun mencintainya. Ia begitu senang berada di tengah mereka, demikian pula dengan mereka terhadapnya.


Suatu ketika, tiba-tiba ia merasakan sakit yang luar biasa di pahanya, lalu ia cepat-cepat mengambil minyak, mengolesi dan mengurutnya. Ia juga mengompresnya dengan air hangat namun rasa sakit itu malah semakin bertambah.

Setelah pergi ke sana kemari untuk berobat di banyak rumah sakit dan berdasarkan petunjuk beberapa orang dokter, ia bersama suaminya akhirnya pergi ke London. Di sana, di sebuah rumah sakit megah, setelah dilakukan diagonosa secara detil, tim dokter menyimpulkan bahwa di dalam darah wanita shalihah ini terdapat pembusukan. Mereka lalu mencari sumbernya dan ternyata sumber rasa sakit itu ada di bagian paha. Para dokter pun memutuskan, wanita ini positif menderita kanker di pahanya. Itulah yang menjadi sumber rasa sakit dan pembusukan. Akhirnya, tim dokter itu memutuskan perlunya segera memotong (mengamputasi) salah satu kaki wanita ini dari bagian atas paha agar virusnya tidak menyebar.

Di dalam sebuah kamar operasi, wanita ini pasrah dan menyerahkan semua urusan kepada qadla dan takdir Allah semata sementara lisannya tiada putus-putusnya berdzikir kepada-Nya, dengan penuh ketulusan meminta perlindunganNya dan berserah diri.

Akhirnya, tim dokter berkumpul dan siap melakukan operasi amputasi yang tergolong berat. Pisau sudah ditancapkan di alat pemotongnya dan si wanita itu pun didekatkan. Daerah yang akan diamputasi pun sudah diukur sedemikian teliti. Dan di tengah rasa takut yang menghantui dan kengerian yang mencekam, aliran listerik pun dihidupkan. Lalu… baru saja alat pemotong bergerak, tiba-tiba terdengar suara patahnya pisau. Semua tercengang melihat kejadian yang baru pertama kali ini. Operasi pun terpaksa diulang lagi dengan meletakkan pisau baru namun kejadian serupa kembali terjadi, hingga terulang tiga kali. Kejadian yang aneh dalam sejarah ‘amputasi’ ini meninggalkan tanda tanya dan kebingungan dari wajah-wajah para dokter tersebut yang saling pandang satu sama lain. Kepala tim dokter pun mengajak rekan-rekannya berbincang sebentar di sisi pasien untuk berurun rembug. Kemudian mereka memutuskan untuk melakukan operasi bedah terhadap paha yang semula akan diamputasi. Tetapi belum lagi menyentuh sasaran, mereka kembali dibuat tercengang. Dengan mata kepada sendiri, mereka melihat tiba-tiba mendapati sebuah kapas yang membusuk dalam bentuk yang tidak indah dan kurang sedap baunya. Setelah melakukan pekerjaan ringan, tim dokter pun membersihkan daerah pembusukan itu dan mem-vakum-nya. Tak berapa lama, wanita itu berteriak keras. Dan, setelah itu rasa sakit yang ia alami hilang sama sekali dan tidak ia rasakan lagi keluhan apa-apa.

Setelah tersadar, wanita ahli ibadah itu menengok ke arah kakinya yang ternyata tidak diapa-apakan dan mendapati suaminya tengah berbincang dengan tim dokter yang masih saja tampak ketercengangan menghiasi wajah-wajah mereka. Mereka terus bertanya kepada sang suami apakah isterinya sebelum ini pernah melakukan operasi bedah pada pahanya.? Para dokter itu akhirnya tahu bahwa kedua pasangan suami isteri ini pernah mengalami kecelakaan jalan raya beberapa waktu lalu yang menyebabkan sang isteri mengalami luka parah di daerah di mana terjadi pembusukan itu. Maka, secara spontan, para dokter itu berkata serentak, “Sungguh ini merupakan inayah ilahi semata.”

Mengetahui kondisinya yang sudah pulih dan kabut bahaya tidak lagi mengancam dirinya, betapa gembiranya wanita yang shalihah itu. Ia semula membayangkan bakal berjalan dengan hanya sebuah kaki tetapi rupanya hal itu tidak terjadi. Ia pun tidak henti-hentinya mengucapkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah di mana ia merasakan betapa dekatnya Dia dengan dirinya dan betapa besar belas kasih dan rahmat-Nya.

(SUMBER: asy-Syifa’ Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, hal.27-29)

Adab Bergaul Dengan Lawan Jenis


Ketika seseorang beranjak dewasa, munculah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah Ta'ala berfirman yang artinya,"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang diinginkannya berupa wanita - wanita, anak - anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang - binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. Dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik." (QS. Ali Imran : 14)

1. Adab Bergaul dengan Lawan Jenis
Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk - beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah :

>Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis
Allah berfirman yang artinya,"Katakanlah kepada laki - laki beriman. Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An Nur : 30). Allah juga berfirman yang artinya,"Dan katakanlah kepada wanita beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An Nur : 31)
>Tidak berdua - duaan
Rasulullah SAW bersabda,"Janganlah seorang laki - laki berdua - duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim)
>Tidak Menyentuh Lawan Jenis
Di dalam sebuah hadits Aisya radhiyallahu 'anha berkata,"Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin)." (HR. Bukhari). Hal ini dikarenakan menyentuh lawan jenis yang bukan mahramnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda,"Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"  (HR. Thabrani yang sanad hasan).
Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

2. Salah Kaprah dalam Bercinta
Tatkala adab - adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan "pacaran". Allah telah mengharamkan berbagai aktivitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya,"Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk" (QS. Al Isra' : 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!
Rasulullah SAW bersabda,"Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak Adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan - angan, lalu farji (kemaluan) yang membenarkan atau mendustakannya" (HR. Bukhari & Muslim)
Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis - lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut - lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya.


3. Iblis, Sang Penyesat Ulung
Tentunya akan sulit bagi iblis dan bala tentaranya untuk menggellincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika - cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata,"Demi kekuasaan - Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya" (QS. Shaad : 82)
Termasuk alat yang digunakan iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki - laki daripada wanita" (HR. Bukhari & Muslim).
Kalaulah iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika - cipiki, mungkin cukuplah bagi iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama, seperti dengan pura - pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, missed called atau SMS pacarnya untuk bangun sholat tahajud, dan lain - lain.
Ringkasnya, SMS-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan yang mendesak adalah haram dengan beberapa alasan :
a) ini adalah semi berdua - duaan, 
b) buang - buang pulsa, 
c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram.




Mudah - mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah - Nya serta menjauhi larangan - Nya

Wanita Untuk Dilindungi




Allah SWT tidak menciptakan wanita dari kepala laki-laki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga Allah SWT ciptakan wanita dari kaki laki-laki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya. 
Allah tidak menciptakan wanita sebagai komplementer atau sebagai barang substitusi apalagi sekedar objek buat laki-laki. Tetapi Allah menciptakan wanita sebagai teman yang mendampingi hidup Adam tatkala kesepian di surga. Juga Allah ciptakan wanita sebagai pasangan hidup laki-laki yang akan menyempurnakan hidupnya sekaligus sebab lahirnya generasi, disamping tunduk dan beribadah kepada Allah tentunya. 
Tetapi mengapa tetap saja ada laki-laki yang tunduk di bawah kaki wanita. Mengemis cintanya, berharap kasih sayangnya dengan menggadaikan kepemimpinan, bahkan kehormatan dan harga dirinya. 
Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, yang banyak menyebabkan laki-laki buta mata, buta telingga, bahkan buta mata hatinya. Namun ada juga yang menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina. Kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda. Kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang valuenya. 
Wanita dijadikan sekedar pemuas nafsu belaka, bila habis madunya, dengan seenaknya di buang ke keranjang sampah, atau dianggap sandal jepit yang tak berguna. 
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita melihat mereka menjajakan diri di gelapnya malam yang mencekam. Relakah kita melihat mereka membanting tulang mengumpulkan ringgit atau real dengan mayat terbujur kaku sebagai resikonya? 
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya seperti seonggok jasad hidup yang tidak memiliki nilai guna? 
Jika wanita itu adalah ibu kita, kakak atau adik perempuan kita, dan anak kita, relakah kita membiarkannya beringas, liar, ganas, tidak berpendidikan, bodoh, dunggu, hanya karena ketidakmampuan ayah memberi nafkah, karena ketidakmampuan kita medidik dan mencintainya, karena ketidakmampuan kita melindunginya, sebagaimana Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lengannya untuk dilindunginya, dekat dengan hatinya untuk dicintainnya. 
Ia tetap wanita, yang diciptakan Allah SWT dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Tidak bisa manusia dengan akalnya yang kerdil ini mengganti kedudukannya apa lagi fitrahnya. 
Ia bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang bisa menghisap madunya. Lemah lembutlah dalam memperlakukannya, karena kalau tidak, ia bisa seganas srigala. 


Diposkan oleh Blog saya yang lain (Dian Elmandani) 

Senin, 23 April 2012

Kepergianmu


Rindu…
Keluh…
Gelisah…
Semua itu akan terasa saat kau tak ada
Kenangan hanya tinggal kenangan
Hanya dapat dikenang oleh diri ini
Kepergianmu menjadi perpisahan raga
Dan mungkinkah juga jiwa ?
Kau disana akan menemukan yang lebih baik
Dan aku akan melupakanmu
Suka duka yang kita lakukan bersama
Kini hanya menjadi cerita
Cerita yang tersimpan dalam kotak berdebu
Sesekali aku membuka dan menutup kembali
Saat kau ulurkan tanganmu menyambut mentari bersama
Seolah bukan hal yang terindah lagi bagimu
Kebahagiaanmu bersamanya mengalahkan kebahagiaanmu bersamaku
Ruang kecil yang menjadi saksi bisu
Kini musnah sudah
Tak ada lagi kata-kata yang terukir indah darimu
Lambaian tanganmu seolah menjadi sebuah akhir cerita ini !

Kamis, 05 April 2012

Binngung


Entah apa yang sebenarnya aku rasakan, sedih ataukah senang aku bingung untuk membedakannya. Kepergian dirinya ke negeri orang yang membuatku sedih, dan tanpa dirinya aku berharap lebih mudah melupakannya yang membuatku senang. Namun apalah hampir setiap malam aku merasakan bingung yang tak pasti didetik-detik kepergiannya. Yaaaa negeri seberang memang tak jauh namun entahlah perasaan ini sulit untuk melepasnya. Cuma bisa melepasnya dengan doa untuknya.
Selamat jalan Mr. Simple, maaf  Dian tidak bisa menghantar nanti jangan lupakan Dian yang ada disini sering-sering pulang dan datang ke tempat awal kita berjumpa, disini Dian menunggu. Semoga kesuksesan bisa kamu capai, terus berusaha yaaaa :)

Untukmu Mr. Simple


Sabtu, 24 Maret 2012

Percakapan Rasulullah dengan Iblis

Assalammualaikum Wr.Wb.


Semoga bermanfaat bagi yang membacanya

Allah SWT telah memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis supaya dia menghadap Rasulullah saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang  disukai maupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad SAW dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, “Hai Iblis! Bahwa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberi perintah untuk menghadap Rasullullah saw. Hendaklah engkau buka segala rahasiamu dan apapun yang ditanya Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau   berdusta walau satu perkataan pun, niscaya akan terputus semua anggota  badanmu, uratmu, serta disiksa dengan azab yang amat keras.”

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah SAW dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai, panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah saw. Maka sambut Iblis (alaihi laknat),
“Ya Rasulullah! Mengapa engkau tidak mejawab salamku?
 Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?
” Maka jawab Nabi dengan marah, “Hai Aduwullah seteru Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu?
 Janganlah mencoba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga,  Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutanmu, Nabi Ayub engkau  tiup dengan asap beracun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, kisah Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai  isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara  akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salammu saja aku tidak hendak menjawabnya karena diharamkan Allah.  Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendakmu datang menemuiku?”
Taklimat Iblis, “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Karena engkau  adalah Khatamul Anbiya maka dapat mengenaliku. Kedatanganku adalah diperintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari  zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang  engkau  tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah  aku berani menyembunyikannya.”

Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata, “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatah pun niscaya hancur leburlah badanku  menjadi abu.” pah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam atinya, inilah satu peluangku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar oleh sekalian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai  kepada seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1):
Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuhmu dan bagaimana aku terhadapmu?” 

Jawab Iblis:
“Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara segala musuhku di muka bumi ini.” Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun menggeletar karena ketakutan. Sambung Iblis, “Ya Khatamul Anbiya! Ada pun aku dapat merubah diriku seperti sekalian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan  suara pun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah.
Kiranya aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu. Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu jugalah aku berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan benar menuju  jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku.”

Pertanyaan Nabi (2):
“Hai Iblis! Bagaimana perbuatanmu kepada makhluk Allah?”

Jawab Iblis:
“Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya  kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, terbuai dengan makan minum, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta  benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan haram.
Demikian juga ketika pesta yang bercampur antara lelaki dan perempuan. Di sana aku lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang peraturan dan minum  arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina.
Apabila  terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi  penipu, peminjam dan pencuri.
Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau berbuat amal ibadat, aku akan rayu mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras aku goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglah rasa ria, takabur, megah, sombong  dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat.”

Pertanyaan Nabi (3):
“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa  yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?”

Jawab Iblis:
“Semuanya itu adalah anugerah daripada Allah Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa Diriku telah beribu-ribu tahun menjadi ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian Aku tinggal di dunia ini beribadat bersama sekalian Malaikat beberapa waktu lamanya.
Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di  dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan seluruh Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali aku yang ingkar. Oleh karena itu Allah murka kepadaku dan wajahku yang  tampan rupawan dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan kelam. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.
Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun aku masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga Hari Kiamat.
Sebelum Engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka.  Kemudian aku turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya aku dapatkan, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan carut-marut.
Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak dibenarkan oleh  Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahasia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tenteraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut.”

Pertanyaan Nabi (4):
“Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu dari manusia?” 

Jawab Iblis:
“Pertama sekali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir juga ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak  berhasil juga, aku akan tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemauan jalanku” 

Pertanyaan Nabi (5):
“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:
“Sebesar-besarnya kesusahanku. Gementarlah badanku dan lemah tulang sendiku. Maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya.
Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis sholatnya, hilang khusyuknya – matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya senantiasa mendengar orang bercakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud berlama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya senantiasa hendak cepat habis sholatnya, itu semua membawa kepada kurangnya pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku  sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman.”

Pertanyaan Nabi (6):
“Jika umatku membaca Al-Quran karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis:
“Jika mereka membaca Al-Quran karena Allah, maka rasa terbakarlah  tubuhku, putus-putus segala uratku lalu aku lari daripadanya.”

Pertanyaan Nabi (7):
“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?” 

Jawab Iblis:
“Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya.”

Pertanyaan Nabi (8):
“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis:
“Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepadaku.  Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan  dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni  Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam  mendoakan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua  pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang  amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku  dan  tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi  panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut  dibandingkan bulan biasa.”

Pertanyaan Nabi (9):
“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis:
“Seluruh sahabatmu juga adalah sebesar – besar seteruku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata: “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang dilangit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk.”
Sayidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri  telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya,  Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafadz Hadits-haditsmu.
Sayidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani aku pandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah segala tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan, “Jikalau adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku”,  karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.
Saidina Usman Al-Affan lagi, aku tidak bisa bertemu, karena lidahnya senantiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu  orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak dua kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan, “Barang siapa  menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid.”
Sayidina Ali Abi Talib pun itu aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah golongan orang pertama  memeluk agama Islam dan tidak pernah menundukkan kepalanya kepada sebarang berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu’ – dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata, “Akulah  negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya.” Tambahan pula dia menjadi menantumu, semakin aku ngeri kepadanya.”

Pertanyaan Nabi (10):
“Bagaimana tipu daya engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:
“Umatmu itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya  seperti kata Jibril a.s, “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat.” Yang kedua umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan.
Yang ketiga umatmu seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka akupun bersukacita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku hela ke mana  saja mengikuti kehendakku. Jadi dia senantiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat.
Lalu aku goda agar minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia  menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia senantiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak  merebut dunia harta, bercakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur.”

Pertanyaan Nabi (11):
“Siapa yang serupa dengan engkau?” 
Jawab Iblis:
“Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang belajar agama Islam.”

Pertanyaan Nabi (12):
“Siapa yang mencahayakan muka engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji.”

Pertanyaan Nabi (13):
“Apakah rahasia engkau kepada umatku?”

Jawab Iblis:
“Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa  pelindung syaitan, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari.”

Pertanyaan Nabi (14):
“Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?”

Jawab Iblis:
“Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah aku dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku yang dahulu  makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah merasa kenyang.”

Pertanyaan Nabi (15):
“Dengan jalan apa dapat menolak tipu daya engkau?

Jawab Iblis:
“Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya.”

Pertanyaan Nabi (16):
“Siapakah orang yang paling engkau lebih sukai?”

Jawab Iblis:
Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu.”

Pertanyaan Nabi (17):
“Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka(mendusin) di waktu subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan  dia hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zuhur, asar, maghrib dan isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat.”

Pertanyaan Nabi (18):
“Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan sholat tengah malam.”

Pertanyaan Nabi (19):
“Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya”

Pertanyaan Nabi (20):
“Apa lagi yang memecahkan mata engkau?”

Jawab Iblis:
“Orang yang taat kepada kedua ibu bapanya, mendengar kata mereka, membantu makan pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda, ‘Syurga itu di bawah tapak kaki ibu’”

Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua..
Copast dari blog sebelah ^.^